Blogroll

SELAMAT DATANG DI BLOG BANYUWANGI BERSATU YANG SEDERHANA INI | TWITTER: @BwiBERSATU | IG: @bwibersatu | Grup FB : BANYUWANGI BERSATU....
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Oktober 2014

DAFTAR NAMA BUPATI BANYUWANGI

Sebagai orang Banyuwangi hendaklah kita tahu siapa saja nama nama bupati yang pernah menjabat di banyuwangi, berikut saya tulis nama nama bupati banyuwangi.

DAFTAR NAMA BUPATI BANYUWANGI
1 Temenggung Wiroguno I alias Mas Alit 1773-1782
2 Temenggung Wiroguno II alias Mas Talib 1782-1818    
3 Temenggung Surenggrono 1818-1832    
4 RT. Wiryo Adi Danuningrat 1832-1867    
5 RT. Pringgokusumo 1867 -1881    
6 RT. Aryo Sugondo 1881-1888    
7 RT. Astro Kusumo 1888 -1889    
8 RT. Surenggono 1889 -1905    
9 RT. Kusumonegoro 1905 -1910    
10 RT. Notodiningrat 1910-1920    
11 R. Ahmad Noto Adi Suryo 1920-1930    
12 R. Murtajab 1930 -1935    
13 R. Ahmad Prastika 1935 -1942    
14 R. Oesman Soemodinoto 1942 -1947
15 R. Ahmad Kusumo Negoro     1947 -1949    
16 R. Moch. Sachrawisetio Abiwinoto 1949-1949    
17 Sukarbi 1949-1950    
18 R. Oesman Soemodinoto 1950-1955
19 Soegito Noto Soegito 1955-1965
20 Soewarso Kanapi, S.H. 1965-1966
21 Letkol (Purn.) Djoko Supaat Slamet 1966 -1978    
22 Soesilo Suharto, S.H     1978 -1983    
23 S. Djoko Wasito 1983-1988    
24 Harwin Wasisto 1988 -1991    
25 Kol Pol. (Purn) HT. Purnomo Sidik 1991-2001    
26 Ir. Samsul Hadi 2001-2005    
27 Ratna Ani Lestari, S.E 2005 -2010    
28 Abdullah Azwar Anas 2010- kini

Rabu, 03 September 2014

Ditipu Pria Asing, Foto Bugil ABG Banyuwangi Menyebar di Internet

Banyuwangi - Kasus beredarnya foto bugil yang belakangan heboh di kalangan masyarakat dan pelajar di Banyuwangi, Jawa Timur akhirnya ditindaklanjuti kepolisian setempat. Dari hasil pemeriksaan, pelaku foto bugil diketahui diperankan oleh salah seorang pelajar SMP.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Selasa (2/9/2014), kepada polisi, pemeran foto bugil tersebut mengaku hanya sebagai korban penipuan.

Kejadian bermula dari perkenalan korban dengan salah seorang pria dari Bali melalui Blackberry Messenger (BBM). Korban dijanjikan akan dijadikan sebagai model. Kemudian korban mengirim beberapa foto selfie dirinya tanpa berbusana sesuai pemintaan pria tersebut.

Selang beberapa saat, ternyata foto yang dikirimnya menyebar di masyarakat. Siapa pun bisa mengakses secara mudah melalui internet atau langsung dari link website yang memuat konten porno tersebut.

Saat ini polisi sudah mengantongi identitas pelaku penyebar foto porno. Polisi juga tengah melakukan pemburuan terhadap pelaku.

Rabu, 27 Agustus 2014

Banyuwangi Deklarasikan Jadi Kabupaten Inklusi

Banyuwangi - Membawa spirit sebagai kota welas asih Banyuwangi mendeklarasikan diri sebagai kabupaten Inklusi. Yakni, kabupaten yang memberi kesempatan pendidikan kepada semua anak, baik normal maupun anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk bisa belajar di sekolah yang sama, mempelajari mata pelajaran yang sama dan mengikuti semua kegiatan disekolah tanpa ada diskriminasi.

Komitmen peduli pada ABK tersebut dideklarasikan oleh Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko bersama Direktur Pendidikan Khusus Layanan Khusus, Dr Mujito, dari Direktorat Jenderal Pembinaan Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Taman Blambangan.

Melalui sambungan jarak jauh, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menuturkan, jika deklarasi ini merupakan sebuah bentuk komitmen Pemkab Banyuwangi agar pendidikan bisa dirasakan merata tanpa adanya diskriminasi.

"Pendidikan merupakan hak azasi setiap warga negara, bahkan mereka yang berada dalam keterbatasan sekalipun. Deklarasi ini sebagai komitmen kita untuk membantu orang-orang yang mengalami hambatan, agar mereka mudah mengakses segala sesuatu sebagaimana manusia normal lainnya," ujar Bupati Anas melalui sambungan jarak jauh, Rabu (27/8/2014).

Saat ini di Banyuwangi sekolah penyelenggara pendidikan inklusif berjumlah 115 sekolah. Terdiri dari 28 sekolah PAUD, 44 SD/MI, 26 SMP/MTs dan 17 SMA/MA. Sekolah-sekolah tersebut dilengkapi dengan guru pembimbing khusus dan sarana prasarana yang aksesibel bagi ABK.

Kehadiran sekolah-sekolah inklusif tersebut akan memberi kemudahan bagi para ABK. Salah satunya, mereka bisa bersekolah yang terdekat dengan rumah. Bupati putra daerah ini berharap dengan adanya ABK yang menuntut ilmu di sekolah reguler, Banyuwangi akan mampu mewujudkan pendidikan yang ramah anak, tidak diskriminatif dan penuh toleransi.

"Dengan begitu, antara ABK dan masyarakat bisa belajar saling menyesuaikan diri dan menerima satu sama lain," harapnya.

Sementara Direktur Pendidikan Khusus Layanan Khusus Kementrian Pendidikan, Dr Mujito, memberikan apresiasi atas pendeklarasian Kabupaten Banyuwangi sebagai Kabupaten Inklusi. Besar harapan jika semangat pendidikan inklusi di Banyuwangi bisa terus bertumbuh.

"Semoga spirit pendidikan inklusi terus tumbuh di Banyuwangi. Sehingga para ABK tersebut tak akan menerima lagi kekerasan, tak ada bully, dan penuh dengan empati," tutupnya.

Detik