Blogroll

SELAMAT DATANG DI BLOG BANYUWANGI BERSATU YANG SEDERHANA INI | TWITTER: @BwiBERSATU | IG: @bwibersatu | Grup FB : BANYUWANGI BERSATU....
Tampilkan postingan dengan label hukum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hukum. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Oktober 2014

Kejaksaan Banyuwangi Panggil Kemenpera

Banyuwangi - Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Jawa Timur, akan memanggil Kementerian Perumahan Rakyat terkait dengan kasus korupsi dana bedah rumah warga miskin dari APBD 2013. "Kami periksa Kamis pekan depan," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Banyuwangi Paulus Agung Widaryanto, Jumat, 31 Oktober 2014.

Menurut Paulus, pejabat Kemenpera diperiksa untuk menggali mekanisme pencairan dana bedah rumah dari APBN kepada penerima bantuan. Keterangan Kemenpera itu nanti akan digunakan untuk melengkapi berkas acara pemeriksaan dua tersangka dugaan korupsi dana bedah rumah.

Kejaksaan telah menetapkan Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Bapepam) Anggrid Mardjoko dan Ketua Tim Pendamping Masyarakat Desa Banjarsari Sulihyono sebagai tersangka. Kedua tersangka diduga kuat menikmati Rp 400 juta dari total anggaran sebesar Rp 975 juta.

Kementerian Perumahan Rakyat tahun ini memperketat pencairan dana bedah rumah miskin yang anggarannya sebesar Rp 5,6 miliar. Ada 747 warga miskin yang mendapatkan bantuan tersebut, masing-masing menerima Rp 7,5 juta.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM) Suyanto Waspo Tondo mengatakan pengetatan yang dilakukan seperti meminta BRI memotret penerima bantuan yang mencairkan uang. Kemudian, uang yang dicairkan tersebut harus langsung ditransfer kembali ke rekening pemilik toko bangunan. "Penunjukan toko bangunan harus disepakati seluruh penerima bantuan," ujarnya.

Tim pendamping yang telah ditunjuk Kemenpera, Suyanto melanjutkan, dilarang memegang buku rekening milik penerima bantuan. Ini berbeda dengan tahun lalu. Ketika itu, tim pendamping leluasa meminta buku rekening.

Selain itu, BPM telah meminta semua kepala desa dan tim pendamping untuk menandatangani pakta integritas. "Tujuannya agar mereka tak korupsi dan ikut mengawasi program," kata Suyanto.

tempo

Senin, 06 Oktober 2014

Pembunuh dan Pemerkosa Bocah SD Ditemukan Gantung Diri di Lapas Banyuwangi

Banyuwangi - Seorang kakek pelaku pembunuh dan pemerkosa bocah SD kelas 6 yang ditangkap akhir September lalu, Juni Hariyanto (61), warga Banyuwangi ditemukan petugas tewas bunuh diri di kamar mandi Lapas Banyuwangi, Senin (6/10/2014).

Kakek yang nekat meracuni Desi Lupita Sari, bocah berumur sebaya dengan cucunya ini, gantung diri menggunakan robekan kain yang diikat menjulur dari atap kamar mandi Lapas.

"Sekitar jam 5 subuh ditemukan tewas di dalam kamar mandi lapas. Posisinya masih terikat kain yang dirobek," kata Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Banyuwangi Marlik Subiyanto seperti dikutip dari detikcom

Peristiwa ini oleh petugas lapas yang berjaga, sambung Marlik, diteruskan ke tim identifikasi Polres Banyuwangi. Dan untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, kini jenazahnya dibawa ke RSUD Blambangan.

"Setelah diidentifikasi polisi, mayatnya dibawa ke RSUD Blambangan untuk pemeriksaan lebih lanjut," pungkasnya.

Mengaku terlalu sayang dan takut kehilangan, ‎Juni Hariyanto (61), warga Banyuwangi, tega membunuh seorang bocah SD kelas 6. Korbannya adalah Desi Lupita Sari, tetangga pelaku.

Korban berusia 12 tahun ini sempat diperkosa dan kemudian diberi onde-onde yang sudag diberi racun tikus, setelah itu kepalanya dipukul agar meninggal. Kepada penyidik, Juni Haryanto mengaku tidak menyesal sudah membunuh korban. Pelaku sempat meringkuk di Mapolsek Muncar.

Rabu, 03 September 2014

PSK Terlaris yang Tewas Terjerat Bra Dari Banyuwangi

BATAM - Asal usul Kristin Handayani, Pekerja Seks Komersial (PSK) yang tewas di lokalisasi Pokok Jengkol, Sagulung RT 1 RW 11, Sagulung, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (2/9) mulai terkuak.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Ketua RT setempat, Andi, Kristin Handayani merupakan PSK rantauan. Ia menyebut bahwa Kristin berasal dari Banyuwangi.
"Saya mendapat informasi dari warga. Dia bekerja sebagai wanita malam di sini. Dia asal Banyuwangi," kata Andi seperti dilansir Pos Metro Batam (JPNN Grup), Rabu (3/9).
Andi menyebut bahwa Kristin sudah tinggal di lokalisasi Pokok Jengkol selama tiga tahun. Namun Andi membantah kalau dirinya dekat korban.
"Di kos-kosan ini, dia tinggal kurang lebih 3 tahunan. Saya tak terlalu kenal dengan korban," terangnya.
PSK malang itu tewas di atas tempat tidur, Selasa (2/9). Jasadnya ditemukan membujur kaku oleh kekasihnya sendiri, Purwadi. "Sebelum ditemukan polisi, sudah banyak warga pegang korban karena ingin membantu,” ungkapnya. 

jpnn

Ditipu Pria Asing, Foto Bugil ABG Banyuwangi Menyebar di Internet

Banyuwangi - Kasus beredarnya foto bugil yang belakangan heboh di kalangan masyarakat dan pelajar di Banyuwangi, Jawa Timur akhirnya ditindaklanjuti kepolisian setempat. Dari hasil pemeriksaan, pelaku foto bugil diketahui diperankan oleh salah seorang pelajar SMP.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Selasa (2/9/2014), kepada polisi, pemeran foto bugil tersebut mengaku hanya sebagai korban penipuan.

Kejadian bermula dari perkenalan korban dengan salah seorang pria dari Bali melalui Blackberry Messenger (BBM). Korban dijanjikan akan dijadikan sebagai model. Kemudian korban mengirim beberapa foto selfie dirinya tanpa berbusana sesuai pemintaan pria tersebut.

Selang beberapa saat, ternyata foto yang dikirimnya menyebar di masyarakat. Siapa pun bisa mengakses secara mudah melalui internet atau langsung dari link website yang memuat konten porno tersebut.

Saat ini polisi sudah mengantongi identitas pelaku penyebar foto porno. Polisi juga tengah melakukan pemburuan terhadap pelaku.

Sabtu, 09 Agustus 2014

Tiga pengedar sabu Banyuwangi diringkus polisi

Banyuwangi - Subdit II Reskoba Polda Jatim, kemarin malam membekuk membekuk tiga tersangka pengedar sabu. Masing-masing Zainal (35) warga Jl Raya Muncar Banyuwangi, Fatkhor (30) dan Andik (30), ketiganya diamankan dari dua tempat berbeda.
Informasinya, anggota Subdit II Reskoba Polda Jatim yang melakukan undercover buy, menyamar menjadi pembeli sabu pada Zainal di rumahnya. Begitu memastikan bahwa yang dijual sabu asli, polisi langsung meringkusnya. Saat digeledah, di rumahnya ditemukan barang bukti sabu lain seberat 2 gram.
Kasus dikembangkan dan dari keterangan Zainal diperoleh informasi jika sabu diperoleh dari IM (30). Polisi langsung menggerebek rumah IM namun yang dicari tak ada dan polisi hanya mendapati Andik dan Fatkhor yang sedang memegang alat hisap (bong). Keduanya langsung diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan secara intensif
Dir Reskoba Polda Jatim Kombes Pol Andy Loedianto saat dihubungi melalui ponselnya, membenarkan penangkapan yang dilakukan timnya. Saat ini ketiga tersangka sedang menjalani pemeriksaan. “Memang benar, tadi pagi ada laporan bahwa anggota kami melakukan penangkapan, namun saat ini tersangka masih dalam proses pemeriksaan dan masih melakukan pengembangan,” terangnya.
Polisi memastikan saat ini sudah masuk dalam DPO sedangkan ketiga pelaku yang diamankan diduga kuat sebagai pengedar sabu kaki tangannya. “Informasi sementara, ketiganya sebagai pengedar sabu tapi maaf belum bisa memberi keterangan lebih banyak karena mereka masih dalam pemeriksaan,” tambahnya.