Blogroll

SELAMAT DATANG DI BLOG BANYUWANGI BERSATU YANG SEDERHANA INI | TWITTER: @BwiBERSATU | IG: @bwibersatu | Grup FB : BANYUWANGI BERSATU....
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Januari 2017

WATU GEDEK WISATA YANG MENCOBA BANGKIT KEMBALIW

Mendengar nama Watu Gedek tentu untuk yang tumbuh besar di Banyuwangi era tahun 60an sampai 90an akan mengenal tempat ini. Tempat wisata alam yang berada di tengah hutan pinus wilayah KPH Banyuwangi barat tepatnya di Dusun Krajan Desa Jambewangi kec Sempu ini memang sangat menarik pada masanya, dimana belum banyak tempat wisata yang ditawarkan waktu itu. Namun kepupuleran Watu Gedek beransur sirna dan ditinggalkan pada ahir tahun 90an.
Namun kini tempat wisata alam ini beransur ansur naik kembali. Semenjak ditatanya kembali tempat ini oleh kelompok masyarakat yang sadar akan pentingnya pariwisata guna menunjang kehidupan ekonomi masyarakat sekitar. Joko salah satu masyarakat pengelola tempat ini mengatakan, "Kami ingin masyarakat sekitar sini sejahtera, dengan dibukanya kembali kawasan wisata Watu Gedek masyarakat bisa merasakan hasilnya, karena jika banyak wisatawan yang berkunjung orang jualan jelas makin ramai, walau baru sekitar sebulan tempat ini kami bersihkan dan tata ulang".  Joko juga menambahkan jika dibukanya kembali wisata watu gedek ini juga untuk ikut mengsukseskan program Bupati Banyuwangi dalam pengembangan ekowisata.
Ditanya soal kebersihan tempat Joko menambahkan "untuk sampah pengunjung kami sudah menyediakan beberapa kantong sampah ditempat tempat para pengunjung berjumpul, sedangkan untuk coretan cat semprot di beberapa tempat sengaja akan kami pilah bila ada tulisan-tulisan menunjukkan tahun tua sengaja akan kami buatkan semacam bingkai, seperti disana ada tulisan yang menunjukkan tahun 1968. Sedangkan untuk coretan baru akan kami usahakan untuk dihapus entah bagaimana caranya sembari memperluas areal tempat wisata ini seperti dulu lagi".
Sementara itu camat sempu mengatakan dalam kunjungannya ke watu gedek "pihak kecamatanakan membantu semaksimal mungkin dalam pengembangan patiwisata diwilayahnya. Semoga watu gedek bisa menjadi ikon wisata baru di wilayahnya".
Kedepannya warga sekitar berharap supaya ijin pengelolaan hutan poduksi jadi tempat wisata ini segera didapat dari pehutani sebagai pengelola KPH Banyuwangi Barat mengingat di tempat ini juga dekat dengan situs petilasan Rshi Markandia yang dikelola oleh balai besar purbakala Trowulan sehingga bisa dijadikan paket wisata yang menarik wisatawan untuk berkunjung. (Azi)

Kamis, 12 Mei 2016

Rabu, 06 Mei 2015

Full Result International Tour de Banyuwangi Ijen Stage I

berikut ini saya berikan data komplit hasil pertandingan International Tour de Banyuwangi Ijen Stage I

KATAGORI UMUM


RAJA SPRIN

KING OF MONTAIN


Kamis, 12 Februari 2015

Wisata Bahari Pantai Bangsring Banyuwangi Kian Digandrungi

Banyuwangi – Jalan-jalan ke Banyuwangi, selalu menyajikan pengalaman yang menarik dan mengesankan, bagaimana tidak, di kota Gandrung ini kita bisa menemukan banyak hal yang menarik dari kebudayaan suku Osing yang unik, sajian kuliner yang menggoyang lidah, hingga pariwisata yang elok dan memanjakan mata, salah satunya wisata terumbu karang di pantai Bangsring.

Wisata bahari pantai Bangsring terletak di Desa Bangsring Kecamatan Wongsorejo, kurang lebih 9 KM sebelah utara kota Banyuwangi dan untuk menuju kesana kita bisa melewati jalan raya Banyuwangi-Situbondo, tepatnya 2 KM sebelah utara pantai watu dodol, untuk mencapai area pantai kita bisa menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat.

Wisata Bahari di pantai Bangsring ini yang paling menarik ialah terumbu karang yang indah dan sangat terawat, sehingga banyak para pengunjung yang datang untuk bersnorkling demi melihat keeksotisan terumbu karang dan ikan-ikan hias di bawahnya. Ombak yang tenang dan Arus bawah laut yang tidak terlalu besar sangat mendukung bagi kita yang baru belajar bersnorkling. Selain itu dangkalnya perairan sekitar pantai juga mencadi ciri khas pantai ini, dan hanya dengan menyelam dikedalaman 50 cm saja kita sudah bisa melihat anggunya terumbu karang dan warna-warni ikan hias di pantai ini.

Fiyan pengunjung mengatakan pantai Bangsring ini merupakan salah satu spot snorkling terbaik di Banyuwangi, menurutnya terumbu karang yang yang masih alami dan beraneka ragam jenis dan rupanya ditambah dengan kondisi perairan yang tenang dan jernih, sangat tepat untuk melihat panorama keindahan alam bawah laut di perairan ini, ditambah kondisi perairan dan terumbu karang yang alami dan bersih, sangat tepat untuk mengabadikan gambar saat menyelam atau bersnorkling didalamnya.



beritajatim

Banyuwangi Dinobatkan Daerah Kendali Obat Tradisional Berbahan Kimia

Banyuwangi – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani bersama Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Rabu (11/2/2015).

Penghargaan itu dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) yang menobatkan Banyuwangi sebagai daerah dengan peran teraktif dalam penanggulangan obat tradisional mengandung bahan kimia obat. Penghargaan diserahkan kepada Pelaksan Tugas Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Widji Lestariono, di Jakarta.

Puan berharap, daerah yang telah aktif melakukan pengawasan dan pengamanan terhadap keamanan pangan dan jamu tradisonal yang mengadung bahan kimia terus meningkatkan program-programnya. "Terutama jajanan di sekolah-sekolah. Anak-anak merupakan aset negara, kalau sejak muda sudah diracuni bahan kimia bisa menurunkan kualitasnya. Banyuwangi cukup bagus dalam menjalankan program tersebut," katanya.

Kepala Badan POM RI Roy A Sparingga menjelaskan, Banyuwangi merupakan kabupaten yang memiliki atensi tinggi terhadap pengawsan obat dan makanan. Selama mendapat pengawasan dari Badan POM, yang dalam hal ini Balai Besar POM Surabaya, Pemkab Banyuwangi sangat aktif dalam melakukan penanggulangan makanan, seperti melakukan pengawasan rutin di sekolah-sekolah, pasar dan toko jamu tradisional untuk melihat keamanan pangan dan produksinya.

Rio mengatakan, seluruh puskesmas di Banyuwangi setiap tiga bulan sekali mengambil sampel jajanan anak sekolah yang ada di wilayah kerjanya. Seluruh puskesmas di BAnywuangi telah memiliki sarana untuk menguji jajanan sekolah apakah mengandung zat kimia berbahaya, seperti rhodamin, boraks, formalin, methylene yellow. "Hasilnya, pada akhir tahun kemarin, seluruh puskesmas melaporkan tidak ditemukan kandungan berbahahaya pada jajanan anak sekolah di Banyuwangi," katanya.

Jika ditemukan ada bahan atau pangan yang tidak baik, langsung dilakukan pembinaan kepada sekolah dan toko jamu tradisonal agar menghentikan atau tidak memproduksi lagi. “Ini telah kami lakukan secara berkelanjutan,” kata dr Rio.

beritajatim.com

Kamis, 11 Desember 2014

Ubah citra kota santet, Bupati Banyuwangi raih Marketing Champion

Jakarta- Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya kepada Anas di Jakarta, Kamis (11/12). Ajang penghargaan tahunan ini diselenggarakan oleh MarkPlus Inc.

Pendiri MarkPlus yang juga pakar pemasaran Hermawan Kartajaya mengatakan, beragam strategi pemasaran yang dilakukan Bupati Banyuwangi mampu mengangkat pamor daerahnya. Selain menjadi destinasi wisata unggulan, Banyuwangi juga mulai dilirik sebagai tempat berinvestasi.

"Dari ratusan kepala daerah, Pak Azwar Anas adalah salah satu yang inovatif dan sadar marketing. Banyuwangi juga mampu menyinergikan pengembangan destinasi wisatanya dengan pihak lain, termasuk dengan BUMN," ujar Hermawan dalam rilis yang diterima merdeka.com, Kamis (11/12/2014).

Dewan Juri dalam penghargaan ini adalah sejumlah tokoh, antara lain, Menteri Pariwisata Arief Yahya, mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, CEO MarkPlus Hermawan Kartajaya, dan Direktur Telkom M. Awaluddin.

Sejumlah kriteria dalam penilaian penghargaan ini antara lain pengaruh dan integritas personal, inovasi, kinerja, dan dampak komunitas. "Bupati Banyuwangi menunjukkan spirit marketing dalam kesehariannya," ujar Hermawan.

Salah seorang dewan juri, Dahlan Iskan, mengatakan, salah satu keunggulan Bupati Banyuwangi adalah kemampuan mengelola external customer dan internal customer sama baiknya.

"Ada kepala daerah lain yang hebat programnya, tapi tidak mampu mengelola para PNS-nya yang sesungguhnya adalah internal customer. Nah, Pak Azwar Anas ini hebat marketing untuk external marketing dengan kemampuan mendorong perubahan PNS secara baik," kata Dahlan.

"Pak Azwar Anas ini juga melakukan segala cara untuk memasarkan Banyuwangi. Saya tahu betul usahanya," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pemasaran daerah adalah hal strategis yang harus dilakukan untuk memajukan daerah. Bahkan, Anas memosisikan dirinya sebagai seorang salesman bagi Banyuwangi.

"Setiap ada kesempatan, saya selalu promosi. Di gadget saya lengkap tersimpan file presentasi data, foto, dan video tentang Banyuwangi. Ketemu orang di bandara, lewat Twitter, forum di mana-mana saya selalu pasarkan Banyuwangi," ujarnya.

Anas mengatakan, Banyuwangi memiliki potensi besar yang belum tersentuh dengan maksimal sebelumnya. "Butuh niat kuat, diplomasi tepat dan kerja cerdas untuk menggali potensi itu demi kemajuan daerah. Strategi pemasaran yang tepat dengan mengandalkan banyak saluran distribusi, mulai media konvensional, media sosial, hingga beragam aktivasi, menjadi kuncinya, kata Anas.

Sebelumnya, Banyuwangi memiliki image yang kurang positif sebagai daerah yang terkenal dengan aktivitas kleniknya atau yang biasa dikenal sebagai kota santet. Selain itu daerah ini juga dikelilingi oleh kawasan hutan dan pegunungan yang membuatnya sulit dijangkau. Kini, Banyuwangi semakin mudah diakses dengan adanya bandara yang tiap hari sudah diterbangi Garuda Indonesia dan Wings Air.

"Kami juga mendorong ekowisata yang mengandalkan wisata budaya dan wisata alam yang punya diferensiasi kuat dibanding daerah lain," tuturnya.

Tiap tahun di Banyuwangi digelar event kreatif bertajuk Banyuwangi Festival yang banyak mengandalkan kerja sama dengan dunia usaha alias private partnership. Ini salah satu cara mengasah lahirnya birokrasi yang punya jiwa entrepreneurship. Dengan
anggaran APBD minimal, kita berupaya menghadirkan berbagai event wisata berkelas, seperti International Tour de Banyuwangi Ijen, Jazz Pantai, dan Festival Gandrung Sewu," tuturnya.

Terjadi perputaran ekonomi yang dinamis selama Banyuwangi Festival. Banyak orang yang datang, menginap di hotel-hotel, makan dan berbelanja oleh-oleh. Dengan berbagai event ini juga menunjukkan kalau Banyuwangi adalah daerah aman untuk daya tarik bagi masuknya investasi. Ibaratnya, menembak tiga burung dengan satu peluru, cetus Anas.

Hasilnya, pada 2013, investasi yang masuk di Banyuwangi mencapai Rp 3,2 triliun, meningkat hingga 175% dibanding tahun 2012 yang sebesar Rp 1,1 triliun. Jika dibandingkan dengan 2010 yang investasinya baru Rp 272 miliar, investasi di Banyuwangi melonjak drastis hampir 1.100%.

Citra Banyuwangi juga mulai bergeser menjadi kabupaten Digital Society di mana 1.300 titik wi-fi telah terpasang di berbagai tempat. Layanan publik juga mulai berbasis teknologi informasi, mulai dari administrasi kependudukan, pendidikan, sampai kesehatan.

"Tahun depan kami akan memperkuat brand Banyuwangi sebagai destinasi ekowisata dan investasi. Sudah ada beberapa strategi yang kami siapkan," pungkasnya.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyabet gelar Indonesia Marketing Champion 2014 untuk kategori kalangan pemerintahan (Government) karena dinilai cukup berhasil memasarkan kabupaten di ujung timur Pulau Jawa itu.

merdeka

Pernikahan Fitri Carlina Dimeriahkan Tarian Jejer Gandrung

BANYUWANGI - Resepsi pernikahan penyanyi Fitri Carlina (27) dengan Captain Hendra Sumendap (37) berlangsung di Hall Mahkota Hotel Genteng, Kamis (11/12/2014).
Sedang akad nikah digelar di rumah orang tua Fitri di Desa Kaligondo Kecamatan Genteng, Selasa (9/12/2014). Resepsi pernikahan Fitri dan Hendra bernuansa etnik Using Banyuwangi. Ini terlihat dari pakaian yang pengantin kenakan.
Resepsi juga dimeriahkan Tarian Jejer Gandrung, sebuah tarian ucapan selamat datang khas Banyuwangi. Tidak hanya Jejer Gandrung, ada juga Tari Jaran Goyang Aji Kembang.
"Dia tidak ingin melupakan tanah kelahirannya Banyuwangi. Sebelum terkenal di Jakarta, ia sudah tenar dari panggung ke panggung di Banyuwangi," ujar ayah Fitri, Taserun Hadinoto kepada Surya.

Tari Gandrung Merambah ke Malaysia

SELANGOR – Seni budaya Banyuwangi kini kencang merambah ke negeri tetangga. yang pale anyar seni tari gandrung dan jaranan ditampilkan kalangan tenaga kerja lndonesia. (TKI) di Selangor Malaysia, Minggu kemarin (7/12). Tarian gandrung di Negeri jiran itu ditampilkan kalangan TKI yang di latih LaiIatur Fitriyah, 27, TKI asal Kecamatan Sempu, Banyuwangi. Perempuan yang bekerja di sektor industri di johor Baru itu giat mempromosikan tari khas Banyuwangi di Malaysia. Dia kerap menampilkan tari gandrung, punjari, dan tari jaran goyang.
Di sela kesibukan bekerja, Fitriyah menyempatkan diri mengajarkan seni tari Banyuwangi itu kepada rekan-rekannya sesama tenaga kerja asal Indonesia. Yang belajar menari itu TKI dari Medan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Mereka biasanya berkumpul dan belajar menari bersama di sanggar tari “Manungal Budaya” yang didirikan Irzal Maryanto, pria kelahiran Desa Watukebo, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. Irzal Maryanto yang bekerja di sebuah perusahaan di Malaysia itu mengaku ingin selalu mengenalkan seni dan budaya Banyuwangi.
“Supaya Banyuwangi semakin Go International ya, Kang” ujar lrzal yang akrab disapa Yanto itu kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi melalui sambungan telepon internasional kemarin (9/12). Menurut Irzal, semangat memperkenalkan kesenian tradisional kepada pekerja Indonesia dan pekerja asing di Malaysia itu selaras dengan harapan Pemkab Banyuwangi. Karena itu, semangat yang ditunjukkan Lailatul Fitriyah dan kawan-kawan patut dicontoh WNI yang menetap di Malaysia.
Sementara itu, Fitriyah dan kawan- kawan rela menempuh perjalanan selama lima jam dari Johor Baru demi tampil di Selangor. Mereka menampilkan tari gandrung dan seni dalam acara Ramah Mesra Komunitas Keluarga Banyuwangi Bersama Warga Malaysia di Selangor. Persembahan senibudaya Bumi Blambangan itu mendapat sambutan meriah dan respons positif Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Hennan Prayitno. Kegiatan itu juga diapresiasi Ahli Parlemen Meru Klang Selangor, Dn Haji Abdul Rani Osman. (radar)

Pemkab Akan Bangun Jalan Lintas Utara

GLENMORE – Harapan warga Kecamatan Glenmore, Kalibaru, dan Sempu, membangun jalan lintas utara tampaknya akan segera terwujud. Pemkab Banyuwangi kini telah mengagendakan pembangunan jalan alternatif itu. Pembangunan jalur lintas utara yang akan menghubungkan tiga kecamatan ltu akan membuka akses ekonomi bagi warga di tiga kecamatan. “Masyarakat sudah lama mendambakan jalur lintas utara itu,” cetus anggota DPRD asal Desa Sepanjang. Kecamatan Glenmore, Ahmad Masrohan.
Dalam pembangunan jalan lintas utara itu, jelas dia, hanya ada satu kendala. yakni karena melalui daerah Perkebunan PTPN Xll. menyelesaikan kendala ltu, dirinya akan mengajak empat anggota DPRD lain dari Kecamatan Glenmore, seperti Moh. Ruliyono, M. Sahlan, Ecky Septalinda, dan Eko Susilo Nur Hidayat. “Saya akan mengajak diskusi bareng dengan pihak perkebunan terangnya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Cipta Karya. dan lima Ruang (Dis PU BMCKTR) Banyuwangi.
Mujiono. mengatakan selama ini sudah mendengar harapan masyarakat agar dibangun jalur lintas utara yang meliputi Kecamatan Sempu, Glenmore, dan Kalibaru. Jalan lintas utara itu, terang dia, sebenarnya sudah ada. Hanya saja. sampai saat ini belum dimaksdkan karena jalan masih berupa tanah dan makadam. “Kita juga punya keinginan agnrjalan llnlas utara berfungsi. karena dari Sempu bisa tembus Glenmore dan Kalibaru,” katanya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Malahan terang dia, jalur lintas utara tersebut sudah mulai diperbaiki, terutama dari sisi Kecamatan Kalibaru dan Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore.
“Dari arah timur sudah kita hotmix. Jembatan di Kalibaru juga sudah kita bangun,” ujarnya. Kendala pembangunan jalur lintas utara itu, masih kata dia, hanya di perbatasan Dusun Salamrejo, Desa Tulungrejo, dan Dusun Sepanjang Wetan, Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore. Daerah itu, jelas dia, masuk areal perkebunan PTPN XII dengan panjang sekitar dua kilometer. “Kalau lahan perkebunan bisa digunakan untuk jalan tembus, kita akan ikut senang dan jalur lintas utara bisa kita anggarkan,” tuturnya. (radar)

Rogojampi Rekor Tertinggi Pernikah Dini

BANYUWANGI – Kecamatan Rogojampi tercatat sebagai daerah yang penduduknya pale banyak melangsungkan pernikahan dini, atau pernikahan dengan pasangan masih di bawah umur 20 tahun di Kabupaten Banyuwangi.  ‘Tingginya angka pernikahan dini itu. mendapat perhatian serius dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPP KB) Banyuwangi, dengan memberi bantuan berupa BKB-KIT atau alat peraga kepada kader Posyandu di lima desa yang ada di kecamatan itu.
Kepala BPP KB Banyuwangi, Muhammad Pua Jiwa, mengatakan angka pernikahan pasangan pengantin di bawah 20 tahun diwilayah Kecamatan Rogojampi, sampai Oktober 2014 mencapai 252 pasang. “Sampai Oktober 2014. Pasangan pengantin baru di Banyuwangi ada 10.088 pasang,” katanya. Jika tiap tahun di Banyuwangi itu ada 10.088 pasang pengantin baru, terang dia, maka akan ada pengalihan lahan baru sekitar 118 hektare pertahun yang di pakai untuk pembuatan rumah baru.
“Ini setara dengan pembentukan tiga desa baru,” terangnya.  Apalagi, lanjut dia, Total Fertility Rate (TFR) atau angka kelahiran sum di Banyuwangi itu mencapai 23.036 jiwa, atau jika di rata-rata ada sekitar 1.900 jiwa yang lahir per bulan di Banyuwangi. “Jika ini terus terjadi  dan tidak di rem dengan gerakan KB, maka akan terjadi ledakan  penduduk,” katanya.
Melalui kegiatan kesatuan gerak PKK dan KB Kesehatan yang dicanangkan, Pua berharap tingkat kesadaran masyarakat untuk ber KB di Banyuwangi, terutama di Kecamatan Rogojampi meningkat. Sehingga, jumlah TFR atau angka kelahiran sum di Banyuwangi bisa ditekan.  Dalam pencanangan gerakan tersebut, hadir Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi, Widji Lestariono, Forpimka Rogojampi, Kepala Desa dan Tim Penggerak PKK Desa Se-Kecamatan Rogogampi, serta kader Posyandu se-Kecamatan Rogojampi.  (radar)

Jumat, 31 Oktober 2014

Hutan Gunung Merapi di Banyuwangi Terbakar

photo: ilustrasi
Banyuwangi - Kawasan hutan di dataran tinggi Ijen, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, kembali terbakar. Kebakaran kali ini berada di hutan lereng timur Gunung Merapi (2.800 mdpl). Kepala Seksi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah V Banyuwangi, Jawa Timur, Pujiadi, mengatakan kebakaran tersebut terjadi sejak Kamis malam kemarin. "Sampai hari ini masih terbakar," ujar Pujiadi, Jumat, 31 Oktober 2014.

Menurut Pujiadi, belum diketahui luasan hutan yang terbakar. Petugas BKSDA dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banyuwangi saat ini masih memetakan titik api. Namun Pujiadi memastikan bahwa hutan yang terbakar itu di luar lahan seluas 150 hektare yang terbakar pada pertengahan Oktober lalu. Kawasan hutan di dataran tinggi Ijen seluas 2.560 hektare.

Adapun Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banyuwangi Eko Suprapto menjelaskan, hingga pukul 12.00 WIB, terdeteksi delapan titik api yang terpencar. Titik api itu berada di ketinggian 1.000 meter dari permukaan laut sehingga sulit terjangkau oleh petugas. "Lokasinya terjal," katanya.

Menurut Eko, kebakaran hutan masih berada di 10 kilometer dari permukiman di Desa Bulusari, Kecamatan Kalipuro. Saat ini ada 15 petugas yang masih memetakan lokasi kebakaran. "Kami belum bisa melakukan pemadaman karena lokasinya sulit," ujarnya.

tempo

Kejaksaan Banyuwangi Panggil Kemenpera

Banyuwangi - Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Jawa Timur, akan memanggil Kementerian Perumahan Rakyat terkait dengan kasus korupsi dana bedah rumah warga miskin dari APBD 2013. "Kami periksa Kamis pekan depan," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Banyuwangi Paulus Agung Widaryanto, Jumat, 31 Oktober 2014.

Menurut Paulus, pejabat Kemenpera diperiksa untuk menggali mekanisme pencairan dana bedah rumah dari APBN kepada penerima bantuan. Keterangan Kemenpera itu nanti akan digunakan untuk melengkapi berkas acara pemeriksaan dua tersangka dugaan korupsi dana bedah rumah.

Kejaksaan telah menetapkan Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Bapepam) Anggrid Mardjoko dan Ketua Tim Pendamping Masyarakat Desa Banjarsari Sulihyono sebagai tersangka. Kedua tersangka diduga kuat menikmati Rp 400 juta dari total anggaran sebesar Rp 975 juta.

Kementerian Perumahan Rakyat tahun ini memperketat pencairan dana bedah rumah miskin yang anggarannya sebesar Rp 5,6 miliar. Ada 747 warga miskin yang mendapatkan bantuan tersebut, masing-masing menerima Rp 7,5 juta.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM) Suyanto Waspo Tondo mengatakan pengetatan yang dilakukan seperti meminta BRI memotret penerima bantuan yang mencairkan uang. Kemudian, uang yang dicairkan tersebut harus langsung ditransfer kembali ke rekening pemilik toko bangunan. "Penunjukan toko bangunan harus disepakati seluruh penerima bantuan," ujarnya.

Tim pendamping yang telah ditunjuk Kemenpera, Suyanto melanjutkan, dilarang memegang buku rekening milik penerima bantuan. Ini berbeda dengan tahun lalu. Ketika itu, tim pendamping leluasa meminta buku rekening.

Selain itu, BPM telah meminta semua kepala desa dan tim pendamping untuk menandatangani pakta integritas. "Tujuannya agar mereka tak korupsi dan ikut mengawasi program," kata Suyanto.

tempo

Senin, 27 Oktober 2014

Jatmiko dan Alsyahallah Winoza Jebeng-Thulik Banyuwangi 2014

BANYUWANGI – Tuntas sudah pagelaran pemilihan jebeng-Thulik Banyuwangi. Setelah melalui penilaian yang cukup alot. akhirnya terpilih pemenangnya. Thulik 2014 di menangkan Jatmiko, Sedangkan jebeng di sabet oleh Aisyahallah Winoza. grand final jebeng-thulik ini di helat dalam malam penghargaan di Gesibu Sabtu malam kemarin (26/10). Ragngkaian seleksi di awali pada bulan Oktober 2014 lalu.
Dimana mereka harus melewati lima tahap seleksi untuk dinobatkan menjadi Duta Banyuwangi 2014 yang baru. Penilaian pemenang dilakukkan oleh tim juri. Para finalis mengikuti karantina, pra karantina dan juga pada saat acara grand final. Dalam malam penghargaan jebeng-thulik kemarin Bumi Banyuwangi. Alhamdulillah Bupati turut hadir bersama istri. yang cukup spesial, para duta wisata dari berbagai kota sejawa Timur juga hadir.
Acara grand final diawali dengan tarian Jejer gandrung. Selanjutnya para finalis satu per satu memasuki area panggung. Setelah seluruh finalis memasuki panggung. sepuluh finalis tersebut diwisuda atau biasa disebut meras. Para finalis juga diberi kesempatan untuk sungkem kepada emak bapak. Sebelum acara malam penghargaan seluruh finalis juga diarak keliling kota dengan menggunakan dokar.
Selanjutnya Bupati Abdullah Azwar Anas berkesempatan memberikan sambutan. pilih nantinya lebih mengedepankan mental. pengetahuan dan pengalaman daripada penampilan luar. “ibarat handphone casing masih bisa di beli di mana saja dan bisa diganti kapan pun, tapi untuk software handphone tersebut tidak bisa diganti, maka dari itu mental, pengetahuan dan pengalaman lebih penting.
Jebeng-Thulik tahun ini saya harap bisa menjadi salesman Banyuwangi untuk ke depannya,” ujar Anas. Selanjutnya sepuluh finalis di beri kesempatan memilih kupon yang berisi sebuah pertanyaan. Dimana setiap pertanyaan yang disiapkan oleh panitia tersebut berisi tentang pengetahuan mengenai Banyuwangi. Para finalis harus bisa menjawab pertanyaan dengan durasi waktu menggunakan Bahasa Inggris dan juga Bahasa Indonesia. Di akhir sesi, akhirnya terpillhlah pemenangnya. Untuk jebeng diraih wioza, sedangkan thulik diraih Jamtiko.

(radar)

Senin, 20 Oktober 2014

Gara-Gara Selfie, Destinasi Wisata di Banyuwangi Kian Diminati

Banyuwangi Peran media sosial, seperti Twitter, Facebook, Path, dan Instagram turut membantu Pemkab Banyuwangi mempromosikan wisata.Sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, makin banyak dikunjungi wisatawan. Hal ini tak terlepas dari peran media sosial, seperti Twitter, Facebook, Path, dan Instagram, terutama berkat tren selfie (foto diri yang diambil diri sendiri).

"Banyak yang berkunjung ke destinasi wisata Banyuwangi seperti Kawah Ijen, Pantai Pulau Merah, Plengkung, Pulau Tabuhan, dan Teluk Hijau," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di sela-sela pelaksanaan International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI), Sabtu (18/10/2014).

"Mereka selfie di sana lalu diunggah di media sosial. Teman atau follower-nya ikut lihat dan tertarik datang ke Banyuwangi. Pernah saya jumpa wisatawan dari Singapura yang datang ke Kawah Ijen dan Pantai Pulau Merah. Ternyata mereka tahu destinasi wisata itu dari foto di Instagram temannya yang sudah pernah ke Banyuwangi," tambah Anas.

Selain tempat wisata, kuliner khas Banyuwangi juga diminati berkat banyaknya masyarakat yang berfoto ria di media sosial sesaat sebelum menikmatinya, seperti rujak soto, nasi tempong, maupun pecel rawon.

"Sekarang ini orang selfie bukan hanya pas makan burger, steak, atau pizza. Justru mereka merasa keren selfie saat makan kuliner khas nusantara seperti yang ada di Banyuwangi," tutur bupati berusia 41 tahun itu.

Dengan jumlah pengguna Twitter di Indonesia yang mencapai sekitar 20 juta, Facebook sebanyak 69 juta pengguna, atau Path lebih dari 4 juta pengguna; media sosial mampu menciptakan perbincangan positif tentang pariwisata Banyuwangi. "Kami ingin membangun conversation positif tentang pariwisata Banyuwangi, termasuk dari event-event yang kami gelar seperti balap sepeda, selancar, karnaval etnik, atau jazz pantai yang semuanya masuk rangkaian Banyuwangi Festival," papar Anas.

Anas menyadari era pemasaran saat ini sudah sangat dipengaruhi kemajuan teknologi, khususnya internet. Karena itu, model pemasaran wisata Banyuwangi juga mulai banyak mengandalkan instrumen teknologi informasi. Pemkab Banyuwangi juga telah meluncurkan aplikasi wisata berbasis Android yang diberi nama "Banyuwangi Tourism".

Aplikasi itu memuat beragam informasi, mulai kalender wisata, restoran, serta pusat kuliner, penginapan, kontak pemandu wisata, peta wisata, sampai alamat dan nomor telepon penting yang sewaktu-waktu mungkin dibutuhkan wisatawan, seperti kantor polisi, puskesmas, dan rumah sakit.

Tentu saja, sambung Anas, model pemasaran lain seperti bekerja sama dengan agen perjalanan juga ikut menunjang bergairahnya pariwisata di Banyuwangi. Demikian pula pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata juga dilakukan. Kehadiran bandara yang diterbangi Garuda Indonesia dan Wings Air setiap hari juga memudahkan wisatawan untuk berkunjung.

Berkat sejumlah strategi itulah, kunjungan wisatawan di Banyuwangi terus meningkat. "Tahun ini kami targetkan wisatawan lokal tembus 3 juta orang, naik sekitar 200% dibanding tahun lalu," ujarnya. "Sedangkan wisatawan asing bisa mencapai sekitar 23.000 orang, naik lebih dari 100% dibanding tahun lalu. Ini nantinya berdasarkan data tiket di destinasi wisata dan kunjungan hotel."

liputan6

Tour de Banyuwangi Dinilai Alami Peningkatan

Banyuwangi : Komisaris Internasional Persatuan Balap Sepeda Dunia (UCI), Jamaludin Mahmood, mengatakan, kualitas penyelenggaraan International Tour de Banyuwangi Ijen meningkat dibandingkan tahun lalu. "Ada sedikit peningkatan," kata dia d Banyuwangi, Ahad, 19 Oktober 2014.

Peningkatan itu, kata Jamaludin, terletak pada pembalap dan tim-tim yang ikut berkompetisi. Pembalap terbaik Asia seperti Mirsamad Pourseyedi Golakhoir, Ghader Mizbani, dan Amir Zargari yang seluruhnya berasal dari Iran ikut berlaga di kejuaraan ini.

Meski dinobatkan sebagai pembalap terbaik Asia, kata Jamaludin, nyatanya pembalap Iran kali ini harus takluk dengan pembalap Singha Thailand. Ini menunjukkan bahwa tanjakan di lereng Gunung Ijen yang terkenal berat hanya bisa ditaklukan oleh pembalap-pemlap handal. "Yang bisa menaklukan tanjakan Ijen, berarti dia lebih baik dari pembalap Iran," kata Jamal, yang juga Race Director Tour de Banyuwangi.

Jamaludin menyebut lereng Gunung Ijen adalah "Ratu Medan Tanjakan" yang setara dengan medan tanjakan di Tour de Langkawi. "Tak sembarangan pembalap bisa menaiki Ijen," kata dia.

Jamal juga mengapresiasi munculnya pembalap Indonesia, Rastra Patria, yang berhasil menjadi juara sebagai sprinter terbaik. Menurutnya, potensi pembalap Indonesia sangat besar untuk bisa bersaing dengan tim asing. Hanya saja kebanyakan tim Indonesia kesulitan pendanaan. (

Berikut ini perolehan akhir International Tour de Banyuwangi Ijen 2014:

Klasifikasi Raja Tanjakan
1. Peter Pouly (Singha Infinite-Thailand)
2. Hossein Askari (Pishgaman Yazd-Iran)
3. Amir Zargari (Pishgaman Yazd-Iran)

Klasifikasi Sprinter Terbaik
1. Rastra Patria (Pegasus Cycling Team - Indonesia)
2. Arvin Moazemi Gcudarzi (Pishgaman Yazd-Iran)
3. Vazquez Angel De Julian (Team 7 Eleven Roadbike-Filipina)

Klasifikasi Individu
1. Peter Pouly (Singha Infinite-Thailand)
2. Hossein Askari (Pishgaman Yazd-Iran)
3. Amir Zargari (Pishgaman Yazd-Iran)

Klasifikasi Tim
1. Tabriz Petrochemical-Iran
2. Pishgaman Yazd-Iran
3. Tabriz Shahrdari Ranking-Iran

tempo

Minggu, 19 Oktober 2014

Warga Banyuwangi Temukan Penampakan Putri Duyung Saat Belah Batu Akik



photo by detik
Banyuwangi - Seorang pengrajin batu akik dan permata membuat geger. Awad (25) warga Jalan Bunyuwangi No 50 Kelurahan Lateng, Banyuwangi, menemukan gambar menyerupai putri duyung dengan kaki bersisik seperti ikan, saat memproses batu bongkahan untuk menjadi akik.

"Baru dibelah, batu tersebut muncul gambar‎ itu. Saya heran ini kali kedua saya ketemu gambar seperti ini," ujar Awad kepada detikcom di rumahnya, Minggu (19/10/2014).

Alhasil, Awad tidak berani meneruskan proses pemotongan batu mentah tersebut. Bahkan saking takutnya Awad menceritakan kejadian ini kepada keluarga dan teman temannya, hingga akhirnya berita tersebut ramai di kalangan warga sekitar.

"Ini sudah yang kedua kali saya mengalami hal seperti ini. Yang pertama saat membelah batu ada gambar orang bersurban, yang kedua ini ada gambar sesosok putri duyung dengan kaki bersisik," ujarnya.

Berkembangnya kabar tersebut akhirnya galeri "Kolang Kaling" miliknya setiap hari ramai dikunjungi orang baik dalam kota maupun luar kota.

"Saya ini heran kok sering mengalami kejadian seperti ini, padahal niat saya hanya memproses batu mentah dan dijadikan batu akik agar bisa dijual menjadi permata," ujar Awad heran.

Sementara dari kejadian ini, batu bongkahan yang akan diproses menjadi batu akik tersebut telah banyak ditawar kolektor batu. "Batu ini sudah ditawar kolektor dari Bali seharga Rp 25 juta," ujar Awad.
   
photo by detik

detik


Pouly Juara, Tabriz Pertahankan Gelar Tour de Banyuwangi

Banyuwangi - Meski hanya finish di posisi ke-44 pada etape keempat International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2014, Minggu (1?/10/2014) sore ini, Peter Pouly berhasil mengunci gelar juara kategori pembalap. Sedangkan untuk kategori tim, diraih Tabriz Petrochemical Team.

Dalam klasemen individual, pembalap asal tim Singha Infinite ini duduk di posisi pertama. Ia mengungguli duet pembalap asal tim Pishgaman Yazd Iran, Hossein Askari dan Amir Zargari. Askari terkait 55 detik dibelakang Pouly. Sedangkan Zargari terkaut 1 menit dan 46 detik di belakang pembalap asal Perancis tersebut.

"Hari ini kami hanya berusaha untuk bermain baik dan mengamankan gelar Peter. Kami kehilangan satu pembalap kemarin. Sehingga kami hanya turun dengan empat pembalap. Jadi kami bekerja 110 persen hari ini," ucap Wisut Kasiyaphat, manajer Singha Infinite Cycling Team.

Sementara itu, keberhasilan Mehdi Sohrabi sebagai pemenang etape keempat mengantarkan Tabriz Petrochemical Team mempertahankan gelar juara untuk kategori tim di ITdBI 2014. Tabriz mengungguli dua tim asal Iran lainnya, Pishgaman Yazd Cycling Team dan Tabriz Shahdari Ranking (TSR) Continental Team.

"Tahun ini, kami tak terlalu baik disini. Kemarin pembalap saya tidak menang. Saya nggak tahu kenapa. Mungkin kami tidak beruntung," terang manajer Tabriz, Ahad Kazemi Sarai. Kazemi berjanji bahwa Tabriz akan tampil lebih pada penyelenggaraan ITdBI tahun depan.

"Banyak race tahun ini. Mungkin pembalap saya kelelahan. Tahun depan, kami akan lebih kuat datang kesini. Kami akan balas dendam," tutup pria berhidung mancung ini.

berita jatim